Jumat, 06 September 2013

Tolak Miss World

#MissWorld : Sebuah Penipuan dan Penyesatan
#Palembang, Kamis (5/09) - Ratusan massa dari HTI bersama masyarakat kota Palembang turun ke jalan menggelar aksi penolakan terhadap kontes kemaksiatan Miss World. Aksi long march dimulai dari Belakang Bank Indonesia menuju Bundaran Air Mancur yang menjadi titik pusat wong kito Palembang. Aksi dimulai pukul 13.30 – 15.30 WIB. Meskipun dari pagi hingga siang Palembang sempat diguyur hujan tak menyurutkan langkah para peserta aksi. Mereka berdatangan menyampaikan aspirasi sebagai wujud kepeduliaan kepada perempuan dan beramar ma’ruf nahi munkar kepada penguasa sekaligus membongkar makar para kapitalis. Para peserta terdiri dari laki-laki dan perempuan serta anak-anak. 

Ust. Mahmud Jamhur, S.P selaku ketua DPD I HTI Sumsel menjelaskan bahwa, Miss World merupakan bentuk eksploitasi perempuan sekaligus merendahkan harkat dan martabatnya. Perempuan menjadi objek pundi-pundi penghasilan oleh para kapitalis.

“Kita harus menolak tegas dan terus menyeru kepada pemerintah untuk mencambut izin perhelatan Miss World. Ini salah satu penghinaan kepada kita, sebagai negara yang mayoritas muslim di dunia tak sepatutnya pemerintah malah membiarkan kemaksiatan ini terjadi. Pemerintah telah tuli dengan jeritan-jeritan penolakan rakyat sebagai penjagaan akidah, pemerintah telah bisu dengan aspirasi rakyat dan selalu tunduk kepada tuannya yaitu As dan sekutunya,” tegas Ust. Mahmud Jamhur.

Diujung orasinya Ustd.Mahmud Jamhur mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya yang ada di Palembang untuk menolak tegas perhelatan kemaksiatan Miss World 2013.

Disela-sela acara seekor kambing masuk dan menjumpai para peserta aksi. Kambing tersebut dihiasi dengan mahkota ibarat seorang ‘miss’ yang berjalan di catwalk dan uang di lehernya dan diajak berjalan-jalan mengelilingi para peserta aksi. Hewan ini bukan mau dikurban tapi ini menunjukkan bahwa “Miss World = buka aurat = kambing”. Ini merupakan rendahnya martabat serta lemahnya iffah dan izzah seorang wanita yang rela tanpa malu memperlihatkan auratnya.


Pada akhir acara Ust. Yusmono dari DPD II HTI Daerah Palembang menyampaikan press release mengenai penolakan Miss World yang tercantum ke dalam 7 butir:
1. Alasan idologis, bertentangan dengan syariah dan umat Islam diwajibkan mencegah kemaksiatan
2. Ide 3B (Beauty, Behavior, Brain) kontes menilai perempuan hanya fisik semata dan tujuan eksploitasi
3. Kampanye liberalisme budaya- Indonesia negeri muslim terbesar yang menjadi tren center dunia akan dijadikan pengusung kebebasan
4. Ekonomi – 235 juta penduduk Indonesia pangsa pasar yang menggiurkan untuk kapitalis
5. Ajang ini tidak ada manfaat sedikitpun bagi bangsa Indonesia
6. Arus penyesatan opini seolah ajang ini sangat bermanfaat
7. Membawa negara tunduk pada korporasi. (N/Hikari-Illahi)








#TolakMissWorld

Rabu, 04 September 2013

Tolak Miss World


Tolak Liberalisasi


Tolak Miss World


Tolak Miss World


Tolak Miss World


Tolak Miss Word


#TOLAK MISS WORLD


Tolak MISS WORLD 2013


Tolak Miss World 2013


Tolak Miss World


TOLAK MISS WORLD


IDENTITAS MUSLIMAH

Jilbab Identitas Muslimah




Oya, sedikit nih perbedaan antara kerudung dan jilbab. Jilbab bermakna milhâfah (baju kurung atau semacam abaya yang longgar dan tidak tipis), kain (kisâ’) apa saja yang dapat menutupi, atau pakaian (tsawb) yang dapat menutupi seluruh bagian tubuh. Di dalam kamus al-Muhîth dinya­takan demikian: Jilbab itu laksana sirdâb (tero­wongan) atau sinmâr (lorong), yakni baju atau pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang dapat menutupi pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.
Nah, kalo kamu pengen tahu penjelasan tambahannya, ada juga keterangan dalam kamus ash-Shahhâh, al-Jawhârî menyatakan: Jilbab adalah kain panjang dan longgar (milhâfah) yang sering disebut mulâ’ah (baju kurung). Begitu sobat. Moga aja setelah ini nggak kebalik-balik lagi ketika membedakan antara jilbab dan kerudung.
Jadi pakaian muslimah itu? Nah, yang dimaksud pakaian muslimah, dan itu sesuai syariat Islam, adalah jilbab plus kerudungnya. Dan itu wajib dikenakan ketika keluar rumah atau di dalam rumah ketika ada orang asing (baca: bukan mahram) yang kebetulan sedang bertamu ke rumah kita or keluarga kita. Firman Allah Swt. (yang artinya): “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-nya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS al-Ahzab [33]: 59)
Bro en Sis, dengan penjelasan ini semoga kamu jadi tambah paham: apa itu jilbab, pebedaannya dengan kerudung, dan konsekuensinya ketika mengenakan jilbab. Itu sebabnya, kamu jadi tidak mudah tergoda dengan “modifikasi” kerudung (dan jilbab) yang kini lebih tren disebut hijab. Itu sebabnya, mengenakan busana muslimah yang seharusnya simpel dan mudah, jadi ribet karena banyaknya aturan dan style dalam mengenakannya. Ujung-ujungnya malah lebih jadi sebagai ajang pamer fashion karena ada kontesnya dan komunitasnya. Di satu sisi sudah bagus ada semangat untuk kampanyekan hijab, tetapi di sisi lain banyak hal syar’i yang dilanggar. Ah, ini tipu daya dari ilusi sekularisme, Non!
Ya, sekularisme yang merupakan ‘akidah’ kapitalisme dengan mesin politiknya bernama demokrasi telah menyulap kaum muslimin hanya percaya dengan simbol keagamaan tapi miskin pelaksanaan ideologinya. Lihat saja, bertaburannya simbol-simbol agama dan poin-poin aturan syariat jadi tidak ada gunanya. Bahkan itu adalah bagian dari upaya menghina ajaran Islam itu sendiri. Wallahu’alam.
Oke deh, sebagai catatan terakhir, Islam udah ngasih aturan yang jelas. Sehingga kita seharusnya bisa menerima Islam sepenuh pikiran dan perasaan kita. Nggak ada lagi deh, demi alasan tren, syariat hanya dijadikan penarik simpati masyarakat sambil melakukan pembodohan terhadap mereka. Nggak banget! Jangan sampe kita dibenci oleh Allah Swt. karena kita melanggar (bahkan senantiasa) membangkang perintahNya. Naudzubilah min dzalik. Yuk, kita mulai belajar Islam lebih dalam, lebih luas. Tetap semangat!

Salam,
O. Solihin




Senin, 11 Februari 2013

Valentine's Day???


Valentine..?
Sebuah Perayaan Perusak Moral Generasi Bangsa

” Barang siapa meniru suatu kaum, dia termasuk kelompok mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).


Valentine???
Apa Tuh Valentine???

Kasih tau gak yaaa…,
Ayo donk sobat IRCA dijawab.. Heemm…

Bukan merek shampo, yang sialnya kalo di iklan-iklan bikin kaum hawa merasa iri dan kemudian gigit jari. cuma pake shampo? pria-pria bertekuk lutut? Woww…

Mirisnya, karena saya wanita berkerudung memakai shampo palentin bukanlah option yang pas buat membuat para pria bertekuk lutut. Kayaknya sih ya, iklan pelembut kain semacam Molto atau Suftener Soklin bisa sedikit membantu kali ya, buat kerudung biar ga lecek selayaknya muka seorang pacar yang diselingkuhin pacarnya. Nah Loh. HEHEHE

Gak terasa ya sob kita sudah masuk di bulan Februari, Banyak yang bilang,kata nya kalo bulan Februari adalah bulan yang penuh cinta,bulan yang indah dan romantis,serta bulan yang tepat bagi mereka yang ingin mengungkapkan semua perasaan kasih sayang terhadap pasangan nya tersebut.
Ya..Semua ungkapan yang di implementasikan itu sudah jelas tertuju pada tanggal 14 februari dan erat kaitan nya dengan perayaan Valentin Day atau yang katanya dengan hari Kasih Sayang.
Yang buat saya nggak habis pikir nich sob, Kenapa ya Valentin dari beberapa abad Jadul kok ampe sekarang masih aja di ikutin pemuda/pemudi muslim.

Bahkan bukan cuma sekedar dari kalangan remaja saja,mulai dari anak SD,ABG,sampe dengan beberapa orang tua nya pun malah ikut-ikutan ngerayain Valentin yang Saya rasa nggak jelas manfaat nya,bikin hidup lebih pemborosan,bahkan lebih identik dengan Jahiliyah atau Pembodohan Peradaban semata.Afwan..!!!

Sobat Al-Khatsir di era globalisasi dan seiring maraknya ragam gaya hidup Barat yang masuk ke dunia Islam, menyebabkan banyak remaja muslim di berbagai belahan dunia tak mampu berkutik dibuatnya. Gaya hidup Barat yang tak lepas dari kesan glamor dan konsumtif, wujud cerminan modernitas tersebut, mampu menggoncang peradaban Islam. Terutama para remaja muda-mudi.

Salah satu budaya Barat yang merasuki remaja muslim, hingga dijadikan trendsetter, tersebut ialah sebuah perayaan yang jatuh pada tanggal 14 Februari bernama ”Valentine’s day” atau “Hari Kasih Sayang”.

Valentine’s Day dimaknai dengan kasih sayang atau hari di mana pasangan kekasih, muda-mudi Barat, yang sedang jatuh cinta mengungkapkan rasa kasih sayang mereka kepada pasangan masing-masing. Umumnya diekspresikan dengan saling bertukar kado, cokelat, dan bunga mawar. Bahkan, yang lebih populer, dengan bertukar kartu valentine berbentuk hati (love), yang dihiasi sebuah gambar “Copidu” (si bayi kecil bersayap dengan busur lengkap dan anak panah di tangan).

Jika kita mau menilik lebih jauh tentang asal muasal perayaan Valentine’s Day, akan kita temukan berbagai versi di dalamnya. Hal tersebut membuktikan bahwa perayaan Valentine’s Day memiliki latar belakang yang tidak jelas sama sekali. Bahkan, bisa dikatakan hanya berasal dari sebuah mitos belaka dengan merujuk seorang martir bernama Valentinus atau Santo Valentinus. Santo Valentinus meninggal pada 14 Februari yang kemudian oleh Paus Gelasius I dijadikan hari perayaan bagi kaum Nasrani.

Namun, tabiat muda-mudi yang selalu latah akan kebudayaan Barat, yang jauh dari syariat Islam, Valentine’s Day selalu menjadi momen tersendiri bagi mereka setiap tahunnya. Dari sekedar mengucapkan “selamat”, hingga ikut langsung melakoni hal serupa seperti yang dilakukan “orang Barat”.

Hal-hal tersebut terjadi karena sebagian remaja atau muda-mudi muslim telah menganggap yang “satu” ini sebagai trend masa kini. Sehingga, bagi yang tidak ikut merayakan, bisa dianggap kuno, ketinggalan zaman, atau kampungan (wong ndeso).

Sebagian orang ada yang hanya ikut-ikutan, tanpa mengetahui story behind perayaan tersebut. Namun, tidak sedikit pula sebagian mereka sebenarnya mengetahui kalau Valentine’s Day merupakan budaya non muslim, tapi karena alasan gengsi (jika tidak ikut merayakan) mereka pun akhirnya tidak mau tahu.

Islam sangat melarang umatnya dari sikap tasyabuh (menyerupai budaya atau gaya hidup non muslim), baik dari segi ucapan, tingkah laku, maupun cara bermode.

Firman Allah dalam Surat Al-Isra’, “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (Al-Isra’:36)

Kemudian dalam Surat Al-An’am, ”Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di Bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah, yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.” (Al-An’am:116)

Serta sabda Nabi Saw, ” Barang siapa meniru suatu kaum, dia termasuk kelompok mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Sangat  jelas di muka, bahwa hari Valentine merupakan perayaan atau ritual non muslim. Jika kita ikut merayakannya, berarti kita telah meniru-niru mereka.

Dalam perayaan Valentine’s Day, jika kita saksikan sekarang ini merupakan cara pengekspresian cinta kasih yang dibaluti dengan fenomena pacaran, zina, mabuk-mabukan, serta foya-foya, yang intinya terlalu mengedepankan nafsu syahwat semata. Cara mengekspresikan cinta kasih inilah yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam, jika kita memandang perayaan ini melalui perspektif Islam.

Sungguh merupakan sebuah kekurangcerdasan, jika kita sebagai generasi Islam ikut melestarikan budaya yang sama sekali tidak memiliki ikatan histori, emosional, dan religius sedikitpun dengan ajaran Islam. Keikutsertaan kita dalam perayaan yang identik dengan hura-hura dan maksiat ini merupakan refleksi sebuah kekalahan dalam “peperangan” mempertahankan identitas jati diri kita sebagai pemeluk Islam.

Sebagai generasi muda muslim, selain kita dituntut melek teknologi dan ilmu pengetahuan, kita juga dituntut mampu memfilterisasi diri serta lingkungan atau budaya kita dari integritas budaya asing. Jangan mudah terbawa arus deras modernisasi yang cenderung menyesatkan. Jangan sampai kita sebagai umat Islam hanya bagai buih di lautan, banyak namun mudah terombang-ambing, banyak namun tak memilki arti.



Hal semestinya yang harus kita lakukan wahai saudaraku, adalah kembali merapatkan jiwa dan kesadaran kita masing-masing ke dasar ajaran agama kita. Kembali ke ajaran Islam yang sesungguhnya. Mendekatkan diri kepada Allah, serta membekali diri ini dengan tembok pengetahuan agama yang mumpuni. Tanpa mengabaikan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai generasi Islam, kita harus berusaha sekuat yang kita mampu untuk mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan kita di masyarakat, dalam muamalah sehari-hari. Agar ruh ajaran Islam tak terkontaminasi oleh budaya-budaya asing yang terbukti hanya menimbulkan keresahan dalam masyarakat muslim.

Sob, Sebetulnya mereka ini sudah paham bener nggak ya makna dari sebuah Valentin ?
Lagi pula,coba dech kalian pikir & renungkan... Mana ada sich demi mengungkapkan sebuah perasaan kasih sayang kita harus terkait ruang & waktu yaitu setiap tanggal 14 februari dalam 1 tahun ? Bukankah hal yang sedemikian itu begitu amat sangat Naif sekali ??

Sobat Muda, Bukankah dalam setiap agama selalu menganjurkan & mengajarkan agar kita senantiasa berkasih sayang kepada sesama sepanjang hayat kita. Jadi,nggak perlu di batasi oleh waktu donk..!!

Dan saya percaya seyakin yakin nya,pasti sobat semua setuju bila kasih sayang itu nggak perlu di batasi oleh ruang & waktu.

Sebagai muslim,apakah kita layak menjadi 'Generasi Penerus' dari hal-hal yang nggak bermanfaat?

Lagi pula jika ditanya kenapa mengikuti trend Valentine,toh jawaban yang keluar cuma jawaban "ikut-ikutan" doank.

Banyak sekali media yang sudah mengabarkan,menelaah,mengkaji,mengkritisi & memberikan respon negatif terhadap budaya Valentine ini sob.

Jadi,apakah kalian masih ingin ikut-ikutan trend budaya semacam ini ? Jika kalian masih ingin ikut-ikutan melanjutkan nya,maka jelaslah bahwa 'Generasi Penerus' kita itu akan jatuh kedalam kenistaan dan KEBODOHAN PERMANEN




Valentine itu datang dari budaya asing dalam budaya barat. Dimana budaya barat itu sendiri mereka tidak bisa membedakan antara Cinta dan Zina,yang mana budaya itu sangat bertentangan dengan budaya kita sebagai orang 'ketimuran' , dan ada baik nya jika kita harus memperketat filterisasi dari budaya-budaya tersebut.

Lihatlah realitanya sobat.. Valentine lebih banyak mendatangkan 'kemudharatan' nya dibandingkan mendatangkan manfaat nya.

Saat ini Valentine seolah membius & menjadi idola bagi para pecinta. Tak bisa dipungkiri jika hari kasih sayang yang merebak luas ini justru lebih banyak di bumbui dengan versi sentimental tentang makna dari valentine itu sendiri.

Bahkan dengan mengikuti perayaan ini,seringkali terjadi hubungan-hubungan haram dari lawan jenis di luar garis batas ke-halal-an nya.

Mereka melakukan hal sedemikian tidak lain dengan berdalih kasih sayang yang mendalam kepada para pasangan,hingga tak sedikit kasus bermunculan dari akhir perayaan ini yang berujung dengan banyak para gadis yang hamil di luar nikah.

Sebelum semua terlambat,ada baik nya jika kita antisipasi diri kita & orang-orang yang kita sayangi untuk tidak terjerumus kedalam peringatan murahan semacam ini.

Bukankan baginda Rasulullah menganjurkan kita untuk saling nasehat menasehati dalam kebaikan?

Dan sebagai seorang muslim,kita berharap semoga kita terhindar dari hal-hal nista dengan selalu berlindung kepada kasih sayang Allah yang takkan pernah padam sepanjang massa serta tiada terkait sepanjang ruang dan waktu. Insya Allah. Semoga Bermanfaat.

 (copas: BULETIN DAKWAH REMAJA AL-KATSIR SMK WIDYA KARYA BALAI JAYA KOTA RIAU)


Sabtu, 12 Januari 2013

Wanita Shaleha Bidadari Syurga








Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum…
Beginilah seharusnya menjadi wanita..

Yang dengan ikhlas dan rela menanggalkan dunia serta segala kenikmatannya, kecuali hanya seperlunya saja untuk bisa membangkitkan badan demi tetap mengabdi kepada اَللَّÙ‡ُ.

Beginilah seharusnya menjadi wanita! Yang dengan sadar menjauhkan diri dari kemewahan dan memilih berkarib dengan kezuhudan. Dia melakukan perdagangan yang menguntungkan untuk sebuah surga, dengan menjual kehidupan dan waktu santainya untuk menuju kehidupan berjuang dan jihad. Dia lebih memilih ridho kepada اَللَّÙ‡ُ dari pada suara sanjungan manusia. Dia lebih memilih untuk taat para aturan اَللَّÙ‡ُ yang banyak ditinggalkan manusia. Hatinya selalu condong pada ridho اَللَّÙ‡ُ dan pikirannya terfokus untuk mengingat firman الله سُبْØ­َانَÙ‡ُ وتَعَالَÙ‰ :

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu. Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) اَللَّÙ‡ُ dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya اَللَّÙ‡ُ menyediakan bagi siapa yang yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar" (QS. Al Ahzab : 28-29)

Sungguh… dia memang lembut namun tangguh dalam menemani hidup sang mujahid. Dialah sang penguat hati, ketika berbagai hal manusiawi datang melemahkan iman sang suami. Dia yang membantu suami agar senantiasa merasa damai, seperti Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam, yang merasa takut sembari berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!", namun dengan tenangnya Siti Khadijah yang berada disisi beliau berkata: "Demi اَللَّÙ‡ُ! Selamanya اَللَّÙ‡ُtidak akan menghinakan engkau, karena engkau selalu menyambung tali silaturrohim, menanggung beban orang lain, dan membantu orang yang semestinya mendapatkan haknya".

Beginilah seharusnya menjadi wanita! Adalah dia yang begitu sabar atas rongrongan diri dan nafsu orang- orang tak berilmu disekitarnya. Dan dialah yang tetap memilih untuk berkuat hati terhadap musibah dan kesulitan yang menimpanya. Dialah yang tetap tabah walaupun jarak memisahkan dirinya dengan orang kesayangannya, karena iman seakan mengabarkan kepadanya bahwa surga itu memang mahal dan akan menjadi miliknya justru saat kesulitan itu datang.

Beginilah seharusnya seorang wanita! Mereka yang rela mencintai saudara- saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri. Dia yang menyingsingkan lengan bajunya di dalam membantu para manusia yang teraniaya, walaupun sampai menghabiskan seluruh waktu dan harinya.

Beginilah seharusnya seorang wanita! yang mencontoh para shohabiyat rodhiyallohu 'anha ketika membantu para mujahidin di medan perang. Mereka bahkan rela mengorbankan apapun yang mereka punya demi kejayaan Islam di bumi ini. Dia juga melawan kemalasan diri demi menegakkan sholat di sepertiga terakhir, dan memanjatkan doa untuk saudara- saudara mereka sesama muslim.

Ya اَللَّÙ‡ُ ... kuatkanlah batin para peneduh jiwa mujahidin ini.
Ya اَللَّÙ‡ُ ... lapangkanlah hati dan pikiran para penebar kedamaian para pejuang agamamu ini.
Ya اَللَّÙ‡ُ ... Berilah pertolongan kepada orang-orang yang menolong mereka, dan hinakanlah orang-orang yang menghinakan mereka.
Ya اَللَّÙ‡ُ ... selamatkanlah mereka dari para musuh- musuh yang akan mengoyak kehormatan para wanita mulia ini.
Ya اَللَّÙ‡ُ ... hadiahkanlah surga atas semua pengorbanan mereka yang ikhlas terhampar hanya karenaMu.
Amiiin…

Selasa, 25 Desember 2012

Wasiat Indah


Semoga Yang Ikhlas Membaca Ini Diberkahi Allah Swt


Bismillahirrahmanirrahim,,,
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh...

Sahabat IRCA yang dirahmati Allah Swt., coba kita renungkan cepat atau lambat ajal pasti akan menjemput kita, amala apa yang sudah kita perbuat di dunia ini. sudah cukupkah bekal yang kita siapkan menuju tempat yang abadi???

Kematian akan menimpa setiap orang. Oleh karena itu setiap orang wajib untuk memberikan perhatian pada dirinya. Musibah terbesar yang menimpa seseorang adalah kelalaian tentang hakikat ini, kelalaian tentang hakikat dunia yang sebenarnya. Jika Alloh memberi nikmat padamu sehingga engkau bisa memahami hakikat dunia ini, bahwa dunia adalah negeri yang asing, negeri yang penuh ujian, negeri tempat berusaha, negeri yang sementara dan tidak kekal, niscaya hatimu akan menjadi sehat. Adapun jika engkau lalai tentang hakikat ini maka kematian dapat menimpa hatimu. Semoga Alloh menyadarkan kita semua dari segala bentuk kelalaian.

Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: “Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir”. Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati” (HR. Bukhori)

Palingkan hatimu pada apa saja yang kau cintai
Tidaklah kecintaan itu kecuali pada cinta pertamamu
Yaitu Alloh jalla wa ‘ala

Berapa banyak tempat tinggal di bumi yang ditempati seseorang
Dan selamanya kerinduannya hanya pada tempat tinggalnya yang semula Yaitu surga

Demikianlah, hal ini menjadikan hati senantiasa bertaubat dan tawadhu kepada Alloh jalla wa ‘ala. Yaitu orang yang hati mereka senantiasa bergantung pada Alloh, baik dalam kecintaan, harapan, rasa cemas, dan ketaatan. Hati mereka pun selalu terkait dengan negeri yang penuh dengan kemuliaan yaitu surga. Mereka mengetahui surga tersebut seakan-akan berada di depan mata mereka. Mereka berada di dunia seperti orang asing atau musafir. Orang yang berada pada kondisi seakan-akan mereka adalah orang asing atau musafir tidak akan merasa senang dengan kondisinya sekarang. Karena orang asing tidak akan merasa senang kecuali setelah berada di tengah-tengah keluarganya. Sedangkan musafir akan senantiasa mempercepat perjalanan agar urusannya segera selesai.

Demikianlah hakikat dunia. Nabi Adam telah menjalani masa hidupnya. Kemudian disusul oleh Nabi Nuh yang hidup selama 1000 tahun dan berdakwah pada kaumnya selama 950 tahun,

“Maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun” (QS Al Ankabut: 14)

Kemudian zaman beliau selesai dan telah berlalu. Kemudian ada lagi sebuah kaum yang hidup selama beberapa ratus tahun kemudian zaman mereka berlalu. Kemudian setelah mereka, ada lagi kaum yang hidup selama 100 tahun, 80 tahun, 40 tahun 50 tahun dan seterusnya.

Hakikat mereka adalah seperti orang asing atau musafir. Mereka datang ke dunia kemudian mereka pergi meninggalkannya. Kematian akan menimpa setiap orang. Oleh karena itu setiap orang wajib untuk memberikan perhatian pada dirinya. Musibah terbesar yang menimpa seseorang adalah kelalaian tentang hakikat ini, kelalaian tentang hakikat dunia yang sebenarnya. Jika Alloh memberi nikmat padamu sehingga engkau bisa memahami hakikat dunia ini, bahwa dunia adalah negeri yang asing, negeri yang penuh ujian, negeri tempat berusaha, negeri yang sementara dan tidak kekal, niscaya hatimu akan menjadi sehat. Adapun jika engkau lalai tentang hakikat ini maka kematian dapat menimpa hatimu. Semoga Alloh menyadarkan kita semua dari segala bentuk kelalaian.

SALAM IRCA “Kreatifitas Muslim Dan Muslimah Sholeh/Sholeha Berprestasi”